Hotel GM
Print This Post Print This Post

Briptu Bagus Tembak Istri Berawal dari SMS

Posted in Berita Utama by Redaksi on Mei 2nd, 2007

Surabaya (SIB)
Hati-hati dengan SMS! Gara-gara SMS inilah, Briptu Deni Bagus Hariyono nekat menembak istrinya, Vita Puspita. Lewat SMS, Vita menuduh Bagus berselingkuh. Tapi, Bagus tidak terima. Dan dor! Peluru menembus hidung Vita.
Briptu Bagus - seorang anggota Reserse Narkoba Polres Surabaya Utara, memuntahkan peluru pistol revolvernya ke bagian kepala sang istri pada Senin (30/4) pukul 21.30 WIB. Hingga pukul 06.30 WIB, Vita masih menjalani penanganan intensif di RSU dr Soetomo Surabaya.
Rumah kontrakan Bagus-Vita di Jl Setro Tambak Sari III, Surabaya, Jawa Timur sudah diamankan polisi. Police line dipasang di rumah pasangan muda ini. Polresta Surabaya Timur menangani kasus ini dan telah menetapkan Bagus sebagai tersangka.
Menurut Kapolres Surabaya Timur AKBP Imam Sugianto, saat dihubungi detikcom, Bagus menembak istrinya karena Vita terus mendesak ihwal perselingkuhan suaminya itu.
“Kecurigaan istrinya menuduh Bagus selingkuh itu berdasar dari SMS. Nomor yang masuk di HP Bagus tersebut tidak dikenal oleh istri dan sewaktu ditelepon nomor tersebut tidak aktif,” ujar Imam.
Tuduhan Vita itu membuat emosi Briptu Bagus memuncak. Pasangan suami istri yang baru memiliki bayi berumur tujuh bulan itu pun bertengkar hebat. Briptu Bagus mengambil pistol dan memuntahkan pelurunya ke kepala Vita. Peluru menembus hidung hingga ke telinga kanan Vita. Mengetahui istrinya jatuh terkapar, Bagus langsung melarikan istrinya ke RSU Soetomo.
Pecahan Peluru Briptu Bagus Masih Bersarang di Kepala Vita
Setelah menjalani operasi selama kurang lebih 4 jam, kondisi Vita Puspita, korban penembakan yang dilakukan oleh suaminya, Briptu Deni Bagus Hariyono, mulai membaik.
Namun di bagian kepala ibu muda yang baru melahirkan anak pertama 7 bulan lalu ini masih tersisa pecahan peluru. Vita Puspita dirawat di ruang Observasi Intensif (ROI) lantai III IRD RSU dr Soetomo Surabaya, Selasa (1/5).
Tim medis memberikan obat nyeri, agar pasien tidak merasakan rasa sakit pada bagian wajahnya yang luka akibat ditembus timah panas. “Pagi ini akan dilakukan pemeriksaan pada kepalanya. Sebab, proyektil yang bersarang di kepalanya pecah menjadi beberapa bagian,” jelas Kepala Ruang Observasi Intensif (ROI) RSU dr Soetomo, dr Tommy Sunartomo SpAnKIC kepada detikcom.
Tommy menambahkan, peluru yang berukuran besar sudah dikeluarkan, namun pecahan yang kecil-kecil lainnya masih bersarang di kepalanya. Saat ini dua lubang hidung pasien ditutup dengan kassa atau ditampon. Hal itu untukmenghindari adanya pendarahan melalui hidung.
“Mulutnya diberi pipa yang masuk ke paru-paru atau endo trakheal. Ini berfungsi untuk jalan nafasnya. Sehingga pernafasannya dari paru-paru langsung keluar dari mulut melalui pipa,” tambahnya.
diamankan
Insiden ini dibenarkan Kapolres Surabaya Timur AKBP Imam Sugianto, saat dihubungi detikcom, Selasa (1/5).
“Untuk pistol revolver (barang bukti) diamankan di P3B sedangkan Briptu Bagus saat ini sudah diamankan di Polres Surabaya Timur,” kata Imam.
Imam menjelaskan, kronologis kejadian bermula ketika Vita menanyakan tentang kebenaran perselingkuhan suaminya. Namun, Bagus tak mengindahkan pertanyaan Vita. Merasa tidak puas, Vita terus mencecar Bagus dengan pertanyaan yang sama.
“Kecurigaan istrinya menuduh Bagus selingkuh itu berdasar dari SMS (pesan pendek). Nomor yang masuk di HP (telepon seluler) Bagus tersebut tidak dikenal oleh istri dan sewaktu ditelepon nomor tersebut tidak aktif,” ujar Imam.
Bagus pun emosi mendengar pertanyaan istrinya yang terkesan menuduhnya. Bagus langsung menodongkan pistol tepat di depan hidung Vita.
Awalnya, Bagus hanya ingin menggertak dengan mengatakan “Saya tembak kamu, kalau kamu nuduh”. Namun, tiba-tiba pistol meletus ‘dor’.
Muntahan peluru akhirnya menembus hidung hingga ke telinga kanan Vita. Mengetahui istrinya jatuh terkapar, Bagus langsung melarikan istrinya ke RSU Soetomo.
Vita saat ini sedang menjalani operasi untuk mengambil proyektil yang tersisa di kepala. Operasi dilakukan di ruang lantai 5 RSU Dr Soetomo Surabaya. Di luar ruang operasi ini dijaga sekitar 10 petugas kepolisian dari Polres Surabaya Utara yang berpakaian preman.
Briptu Bagus Tuduh Vita Sendiri Pengirim SMS Kepadanya
Briptu Deni Bagus Hariyono tidak menggubris tuduhan selingkuh istrinya karena yakin pengirim SMS bernama Desi yang masuk ke ponselnya adalah istrinya sendiri, Vita Puspita.
“Tersangka mengaku di handphonenya ada 2 SMS dengan nomor yang tidak dikenal. Rupanya, nomor tersebut milik isterinya sendiri yang ingin menguji kesetiaan suaminya selama ini,” kata Kasatreskrim Polresta Surabaya Timur, AKP Hendri Fiuser.
Hendri mengatakan, isi pesan SMS tersebut diterima Briptu Bagus sebanyak dua kali, Senin (30/4) sore. Bunyi pesan singkat itu: Kamu pernah menghubungi HP-ku ya, kenalin namaku Desi”.
Tetapi Briptu Bagus yang bertugas di Polresta Surabaya Utara di bagian narkoban tak mengindahkan. SMS itu dibiarkan dan tidak dihapus. Nah, gara-gara lupa menghapus, ketika Briptu Bagus pulang ke rumah dan mandi, lanjut Hendri, Vita mencoba membuka handpone milik suaminya.
Vita pun menegur suaminya dan mengatakan jika ada SMS dengan nomor yang tidak dikenal dari wanita lain. Tuduhan selingkuh Vita terhadap suaminya, dibantah. Briptu Bagus curiga jika yang mengirimkan sms itu tak lain istrinya sendiri.
“Itu kan nomor kamu dan kamu kirim sendiri ke handphone ku,” kata Hendri menirukan pengakuan Briptu Bagus.
Vita Sangkal Kirim SMS Desi ke Ponsel Suaminya
Briptu Deni Bagus Hariyono menuduh istrinya sendiri yang mengirimkan SMS Desi ke ponselnya. Tujuannya untuk mengetes kesetiaan Bagus. Tapi Vita Puspita, istri Bagus, menyangkalnya.
Sangkalan Vita itu mengemuka saat pasangan muda usia ini bertengkar di rumah kontrakannya di Tambakasari, Surabaya, pada Senin (30/4) sore. Vita teta saja menuduh Bagus selingkuh.
Briptu Bagus yang kesal lantas mengacung-acungkan pistolnya. Namun naas, tiba-tiba pistol pun menyalak. Dor! Vita terkapar bersimbah darah.
“Pengakuan tersangka, ia tidak berniat menembak isterinya,” kata Kasatreskrim Polresta Surabaya Timur, AKP Hendri Fiuser.
“Tiba-tiba saja saat mengacung-acungkan pistolnya, peluru keluar dan mengenai wajah Vita tanpa di sengaja,” tambah Hendri.
Hendri menyatakan, jarak tembak yang dilakukan Briptu Bagus terhadap isterinya cukup dekat, sekitar 50 hingga 60 cm. Pistol Bagus menyalak hanya satu kali.
Mabes Polri:
Briptu Bagus Tidak akan Dipecat
Tindakan Briptu Deni Bagus Hariyono menembakkan revolvernya ke kepala istrinya, Vita Puspita, sungguh tidak terpuji. Meski begitu, Bagus tidak akan dipecat.
Menurut Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Bambang Kuncoko, polisi masih menyelidiki motif dan latar penembakan yang terjadi Senin 30 April 2007 pukul 21.30 WIB itu.
“Tidak sampai dipecat, tidak seketat itu. Yang bersangkutan emosional dan lalai dalam mengamankan senjata,” Bambang.
Hal itu disampaikan dia usai acara Asean Ad-hoc Experts Meeting on Anti Corruption di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Selasa (1/5).
Namun bukan berarti Briptu Bagus tidak akan mendapat sanksi apa-apa. Setelah penyidikan selesai, hukuman untuk polisi muda itu tentu akan diberikan.
“Sanksi yang mungkin dijatuhkan seperti sanksi mutasi, panarikan senjata dan tidak mendapat kenaikan pangkat selama beberapa tahun,” ujarnya.
Bambang mengatakan, hingga saat ini Divisi Profesi dan Pengamanan Markas Besar Polri (Divpropam) masih terus menyidik kasus ini. Semua saksi dimintai keterangan agar motif dan latar belakang penembakan jelas.
Apakah polisi akan menarik senjata anggotanya? “Ini kasuistis. Jadi tidak secara general lalu dilakukan penarikan senjata. Bagaimana polisi mengamankan masyarakat,” tandasnya. (Detikcom/m)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.