Bis, Kereta Api dan Pesawat Mogok
Jakarta (SIB)
Angkutan umum bis, kereta api (KA), kapal dan pesawat udara hari ini, Selasa 1 Mei 2007 dipastikan lumpuh massal.Ada imbauan bagi yang tak punya kendaraan, kapal atau pesawat pribadi sebaiknya tinggal di rumah. Koordinator ITF (International Transport Workers Federation) Indonesia Hanafi Rustandi menegaskan, aksinya merupakan bagian dari memperingati Hari Buruh Dunia.
“Aksi buruh ini tidak dengan mengerahkan massa besar-besaran dan tak akan ditunggangi pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik, serta tidak anarkis. Kami hanya berkumpul di kantor kami,†ungkapnya yang juga sebagai Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI).
Dia mengutarakan aksi ini murni memperjuangkan harkat dan derajat buruh yang tidak memadai, apalagi dengan akan dilakukannya revisi terhadap UU No.13/2003 tentang Undang-Undang Ketenagakerjaan (UUK) yang sangat merugikan kaum buruh.
Selain menolak rencana revisi UUK, aksi buruh sebenarnya juga mengingatkan pemerintah tentang neoliberalisme yang terjadi di era globalisasi sekarang ini.
“Ciri-ciri neoliberalisme antara lain pemerintah bersama pengusaha bersekongkol membuat kebijakan yang arahnya untuk mengurangi kekuatan serikat pekerja/buruh, seperti yang terdapat dalam program-program World Bank (Bank Dunia) dan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia),†cetusnya.
Akibatnya, buruh merasa disudutkan dan melakukan berbagai tuntutan. Berbagai unjuk rasa buruh yang terjadi, kata Hanafi, akibat adanya ketidakadilan dan tidak adanya penegakan hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan pengusaha tentang pengupahan.
ORGANDA
Rencana mogok juga dikemukakan Ketua Umum DPP Organda Murphy Hutagalung. “Pengusaha dan awak angkutan umum dijerat berbagai pungli. Kami telah mengeluh kesana-kemari Menteri Perhubungan Hatta Radjasa juga cuma ngomong doang akan memfasilitasi penyelesaian persoalan berat yang mendera kami,†tegasnya.
Anggota Organda tiap tahunnya dipungli mencapai Rp40 trilyun. Kemudian pungli resmi oleh pemerintah (daerah) mencapai Rp18 trilyun. Terdapat 58 perda yang bersifat pungli sehingga membebani pengusaha transportasi,†katanya.
“Pungli resmi, misalnya biaya keenam kali lipat dari tarif resmi, tanpa harus membawa kendaraannya. Kemudian pejabat yang jualan trayek. Bahkan di Jakarta sudah keluar ijin untuk 200 unit bis baru, ini mengakibatkan terjadinya tumpang tindih,†katanya.
Tuntutan Organda, katanya, sangat sederhana. “Layani perizinan kami sesuai prosedural, jangan berbelit-belit. Birokrasi selalu mengaitkan pelayanan dengan pungli, ini kan merusak.†Kepengurusan Organda tersebar di 31 propinsi dari 415 kota/kabupaten.
20 Ribu Buruh AKAN KE ISTANA NEGARA
Sekitar 20 ribu buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat (ABM) akan menggelar aksi peringatan Hari Buruh Dunia alias Mayday pada Selasa 1 Mei 2007 ke Istana Negara. Bundaran HI dan Lapangan Banteng menjadi titik awal long march mereka.
“Kita kumpul di Bunderan HI dan Lapangan Banteng pada pukul 12.00 WIB. Sedangkan berangkat ke Istana Negara pada pukul 13.00 WIB,” ujar koordinator ABM Anwar Sastro Maruf dalam jumpa pers di kantor LBH Jakarta, Jl Mendut, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/4).
Menurut Anwar, peserta aksi merupakan anggota ABM dari Cikarang, Karawang, Bekasi, Tangerang, Depok, Bogor dan Jakarta. Aksi juga diikuti sejumlah aktivis dari organisasi kemahasiswaan dan pemuda.
Anwar membeberkan, buruh asal Jakarta Utara akan bergerak dari Pelabuhan Tanjung Priok. Buruh asal Jakarta Barat bergerak dari Pasar Teluk Gong. Buruh asal Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat bergerak dari Depan Hotel Gran Melia.
Buruh asal Tangerang bergerak dari Kebon Besar. Buruh asal Cikarang dan Bekasi bergerak dari Sucofindo Bekasi. Namun buruh asal Depok dan Bogor belum ada konfirmasi akan bergerak dari mana.
Anwar menjelaskan, tuntutan aksi buruh yakni menolak upah murah, pemberlakuan upah layak nasional, penilaian sistem kontrak kerja, revisi UU no 13/2003 tentang ketenagakerjaan dan revisi rancangan PP tentang pesangon berdasarkan penghasilan tidak kena pajak Rp 1.100.000 yang dinilai tidak adil dan manusiawi.
Anwar menjamin aksi tidak anarkis. “Kalau nanti ada yang ditangkap kita akan memberikan advokasi sampai tuntas,” ujar Anwar.
20 RIBU POLISI DIKERAHKAN AMANKAN ISTANA
Polda Metro Jaya menyiapkan sekitar 20 ribu polisi untuk mengamankan aksi massa puluhan ribu buruh yang akan melakukan aksi unjuk rasa pada hari Buruh Internasional, Selasa, 1 Mei 2007.
Polisi yang akan diturunkan untuk pengamanan “Mayday†itu berasal dari unsur lalu lintas, reserse, intel, Detasemen Khusus 88 Anti Teror dan Brimob, kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, Siang.
Pengamanan itu akan difokuskan di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Barat yang diperkirakan akan terdapat konsentrasi massa, katanya.
Sedangkan pengamanan di wilayah pinggiran Jakarta Bekasi, Depok, Bogor dan Tangerang akan dibantu personil dari Mabes Polri.
Tempat-tempat yang akan menjadi tujuan unjuk rasa adalah Istana Kepresidenan, Bundaran HI, Balai Kota DKI Jakarta, DPRD DKI, Departemen Tenaga Kerja DKI dan Gedung DPR/MPR.
Untuk menjaga agar aksi massa itu tertib, Polda Metro Jaya meminta kepada para pimpinan massa untuk berkoordinasi dengan kepolisian dalam menjalankan aksi.
“Koordinasi itu penting agar massa tidak disusupi sebab para koordinator buruh yang mengetahui secara detail anggotanya,†katanya.
Ia juga meminta kepada masyarakat Jakarta untuk tetap melakukan aktifitas sehari-hari.
Hingga kini, Polda Metro Jaya telah menerima pemberitahuan 10 ormas buruh yang akan melakukan aksi unjuk rasa, dengan jumlah massa diperkirakan mencapai 30 ribu hingga 50 ribu orang.
Massa yang telah melayangkan surat ke Polda Metro Jaya diantaranya Serikat Pekerja Nasional (SPN), Aliansi Buruh Menggugat (ABM), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Forum Nasional Serikat Pekerja (FNSP).
AKSI-AKSI DEMO BURUH PERINGATI MAYDAY
Sehari jelang peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday segala persiapan telah dilakukan para aktivis buruh di Tangerang, Banten. Mereka menyiapkan perlengkapan untuk demonstrasi, mulai dari spanduk, poster hingga kaos. Sementara itu ribuan buruh di Depok dan Bogor berunjukrasa menjelang hari buruh internasional, Selasa (1/5) ini.
Jelang satu hari peringatan Mayday kesibukan terlihat di kantor Front Federasi Serikat Buruh Indonesia Tangerang di Jln Daanmogot, Kebun Besar, Batu Ceper, Tangerang, Banten. Sejumlah aktivis buruh tengah menyiapkan keperluan untuk demo, Selasa (1/5) ini.
Penolakan upah murah dan sistim kerja kontrak merupakan salah satu agenda yang akan diusung pengunjukrasa. Rencananya puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Front Federasi Serikat Buruh Indonesia Tangerang akan melakukan konvoi dari Tangerang dan bergabung dengan buruh lainnya di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta.
Di Depok, Jawa Barat ratusan buruh sejak, Senin (30/4) pagi sudah berkumpul di sekitar pabrik tempat mereka bekerja. Menjelang peringatan buruh 1 Mei ini, mereka berunjukrasa mendesak pemerintah dan lembaga peradilan agar memberantas mapiah peradilan yang merugikan buruh. Pengunjukrasa juga mempertanyakan pengawas dana jaminan sosial tenaga kerja yang selama ini manfaatnya tidak dirasakan.
Sementara itu di Bogor, ribuan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional Kabupaten dan Kota Bogor serta Depok, menggelar aksi serupa. Mereka mendesak pemerintah agar menjadikan tanggal 1 Mei menjadi hari buruh nasional dan hari libur nasional.
Setelah aksi ini, rencananya pengunjukrasa akan melakukan konvoi menuju Gedung Sate Bandung untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di Jakarta rencananya ribuan buruh yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia akan menggelar unjukrasa memperingati Mayday. Front Rakyat menuntut pencabutan peraturan Presiden No 14 Tahun 2007 mengenai ketenaga kerjaan. Selain itu mereka mendesak penghapusan sistim kerja kontrak, penghapusan PHK ilegal yang dilakukan oleh perusahaan. Aksi tersebut rencananya akan digelar di depan Istana Negara.
Demonstrasi Ribuan Buruh di Jatim Tidak Dipusatkan di Surabaya
Memperingati Mayday, ribuan buruh di Jawa Timur akan turun ke jalan, Selasa (1/5). Untuk menghindari blokade polisi, buruh tidak memusatkan aksinya di Surabaya. Demonstrasi buruh akan digelar serempak di sejumlah kota, seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Kota Malang.
Sekretaris Jenderal Forum Buruh Surabaya (FBS) yang juga Humas Aliansi Buruh Menggugat (ABM) Jatim Jamaluddin mengatakan, untuk Surabaya, demonstrasi akan dikonsentrasikan di kantor Gubernur, Gedung Grahadi dan kantor Pengadilan Negeri Surabaya.
“Jika tahun lalu demonstrasi buruh dipusatkan di Kota Surabaya, peringatan hari buruh Selasa (1/3) akan dilakukan tersebar di sejumlah daerah sentra industri di Jawa Timur,” kata dia saat dihubungi detikcom, Senin (30/4).
Perayaan hari buruh ini berbeda seperti tahun sebelumnya. Pengalaman tahun lalu, blokade aparat kepolisian membuat para buruh dari berbagai kota gagal berangkat ke Surabaya.
Peringatan Mayday di Sidoarjo akan diikuti 2 ribu buruh. Mereka akan tumpah ruah di Pendopo Kabupaten Sidoarjo dan Alun-alun Sidoarjo. Di Kota Malang, demo akan melibatkan sekitar 5 ribu buruh dan akan dikonsentrasikan di alun-alun dan DPRD Malang. Sedangkan 100 buruh di Gresik dan Jember akan melakukan aksi demo di kantor Bupati masing-masing.
Selain itu, lanjut dia, aksi buruh ini juga menuntut kepada Pemerintah Jatim agar bisa menindak perusahaan yang tidak membayar upah buruh sesuai upah minimum kota/kabupaten (UMK) yang ditetapkan Gubernur Jawa Timur.
“Buruh di Surabaya menuntut agar mendapatkan proses peradilan yang adil, murah dan cepat ketika buruh berperkara di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI),” jelas dia.
MAYDAY DI BATAM SBSI KERAHKAN MINIMAL 3.000 BURUH
Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) akan mengkerahkan minimal 3.000 buruh dalam memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday) di halaman Kantor Walikota Batam, 1 Mei.
“Jumlah itu belum ditambah dari serikat pekerja lain,†kata Ketua Dewan Perwakilan Cabang Federasi Logam Machine and Electronic (Lomenic), SBSI Kota Batam Ruslin Zainuddin kepada ANTARA di Batam, Senin.
Ia mengatakan agar tidak mengganggu produksi pabrik, maka pengerahan massa hanya untuk pekerja bagian waktu kedua pukul 15.00-23.00 WIB dan ketiga pukul 23.00-7.30 WIB.
“Kecuali perusahaan mengizinkan buruh ‘shift’ pertama ikut,†katanya.
Dalam aksi tersebut, ia menyebutkan SPMI mengusung tiga tema tuntutan, yaitu menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional, penanganan korban Lapindo dan pengawasan pelaksanaan agen tenaga kerja oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam.
Tuntutan pengawasan pelaksanaan agen tenaga kerja merupakan hal yang menjadi perhatian SBSI kota Batam.
“Di Batam ini marak ‘outsourcing’ yang pelaksanaannya tidak sesuai dengan UU tenagakerja,†katanya memberi alasan.
Ia meminta Disnaker Batam terus menyurvei perusahaan-perusahaan yang menggunakan agen tenaga kerja dalam mempekerjakan buruh yang melanggar hak-hak pekerja.
“Perlu disurvei, apakah mereka dikontrak lebih dari tiga tahun. Karena menurut UU, setelah tahun ketiga perusahaan wajib mengangkat mereka sebagai karyawan tetap,†katanya.
“Khusus untuk tuntutan Lapindo, itu adalah tema nasional SBSI,†katanya.
Ia menambahkan, tuntutan menjadikan 1 Mei libur nasional merupakan tema rutin kaum buruh yang tidak pernah terwujudkan dan akan terus digaungkan sampai pemerintah mengakomodirnya.
Absen
Sementara itu, dua serikat pekerja lain yang terdapat di Batam Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) absen merayakan hari buruh internasional.
Wakil Ketua SPMI Anto Sujanto beralasan, jadwal rapat kerja SPMI Batam penuh hingga semua kegiatan terkonsentrasi di sana dan dalam agenda SPMI belum ada aksi Mayday.
“Kami memprsiapkan UMK 2008, melakukan pembelaan terhadap karyawan Livatech, selain itu ada muscab dan rapat wilayah,†katanya.
Namun, ia mengatakan tetap mendukung aksi yang dilakukan SBSI termasuk tuntutan yang mereka ajukan.
Sementara itu SPSI menolak merayakan hari buruh internasional 1 Mei.
Menurut Ketua SPSI Edwin, hari buruh Indonesia yang telah ditetapkan presiden adalah 20 Februari. Karena itu, mereka hanya merayakan hari buruh sesuai dengan ketetapan presiden yaitu 20 Februari yang bertepatan dengan peringatan hari lahir SPSI.
DI MALAYSIA 5000 TKI ADAKAN PERINGATAN
Pemerintah Malaysia menjadikan hari buruh sedunia yang dikenal sebagai “Mayday†sebagai hari libur nasional dan sekitar 5000 TKI Selasa 1 Mei 2007 akan merayakannya di Stadion Raja Muda Aziz, Kuala Lumpur.
Konfederasi serikat pekerja Malaysia yakni MTUC (Malaysian Trade Union Congress) akan mengadakan rapat umum di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Selasa, 1 Mei 2007, jam 19.30 waktu setempat di mana akan hadir seluruh federasi serikat pekerja yang bernaung dibawahnya.
MTUC memiliki 238 afiliasi (federasi serikat pekerja), mulai dari sektor pertanian ada 13 federasi, sektor Migas sembilan federasi, Elektrik dan Air 13 federasi, Bank dan Ritel 16, Kontruksi satu, manufaktur 72 federasi, Transportasi dan Komunikasi ada 51 federasi, sektor jasa 29 federasi, dan sektor publik (pemerintah) ada 34 federasi.
Sementara itu, NUBE sebuah federasi serikat pekerja perbankan seluruh Malaysia yang juga bergabung juga afiliasi ke MTUC akan mengadakan “social dialogue†di Mariaman Building jam 17.00 waktu setempat setelah itu melakukan Long March ke Dataran Merdeka, Kuala Lumpur bergabung dengan acara MTUC.
Sedangkan sekitar 5.000 pekerja Indonesia di Malaysia juga akan merayakan Mayday di stadion Raja Abdul Aziz pada jam 10.30 waktu setempat. “Berbagai kesenian daerah akan memeriahkan acara tersebut. Wakil Duta Besar RI A Mohamad Fachir akan hadir dan memberikan sambutan,†kata Saiful Aiman, Ketua Umum Aliansi Buruh Migran Jawa Timur yang juga panitia pertemuan tersebut.
MALAM RENUNGAN
Peringatan hari buruh internasional yang jatuh pada 1 Mei tidak lagi diperingati dengan aksi unjuk rasa besar-besaran namun dengan malam renungan.
“Kami tidak akan unjuk rasa besar-besaran di Jakarta seperti tahun lalu. Cukup dengan malam renungan di cabang masing-masing serikat buruh,†kata Ketua Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) cabang Bogor, Sri Suyati di Jakarta, Senin.
Menurut dia, malam renungan yang digelar di Lapangan Pemerintah Daerah Cibinong, Bogor, akan diwarnai dengan pembacaan puisi serta orasi.
Acara yang digelar pada pukul 20.00 WIB Senin hingga pukul 01.00 WIB itu juga mengundang pemda, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRP), serta Polisi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa peringatan Mayday tidak bertujuan untuk anarkis. Kaum buruh tidak menghambat masuknya investasi,†ujarnya.
Gaspemindo merupakan salah satu organisasi buruh dengan anggota 150ribu orang di 13 propinsi. (detikcom/Ant/ANTV/e)




Komentar