Menneg BUMN Hampir Pasti Direshuffle, PPP Ikhlas
Jakarta (SIB)
Menneg BUMN Sugiharto diduga kuat akan direshuffle. PPP sebagai partai penyokong Sugiharto pun sudah ikhlas melepasnya. Sebab Sugiharto dianggap tidak pernah mengaku sebagai kader PPP.
“PPP menilai reshuffle itu hak prerogatif presiden. Karena Sugiharto dianggap profesional, bukan kader PPP. Ya terserah kalau direshuffle, kami ikhlas,” ujar Ketua DPP PPP Ahmad Farial kepada detikcom, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/4).
Menurut Farial, PPP saat ini dengan tegas hanya mengakui kader PPP yang berada dalam Kabinet Indonesia Bersatu ada 3, yaitu Mensos Bachtiar Chamsyah, Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, dan Menteri Negara Perumahan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf.
Farial menambahkan, PPP memandang 3 orang itu masih layak dipertahankan sebagai menteri karena mereka merupakan kader terbaik.
“Kalau Menneg BUMN direshuffle itu bukan tanggung jawab kami. Tapi kalau 3 orang tersebut itu kader terbaik. Ya kami memandang mereka masih layak,” pungkas Fahrial.
Sumber dari Partai Demokrat (PD) membenarkan kemungkinan besar posisi Menneg BUMN diganti. Namun masih diperdebatkan siapa pengganti pos tersebut karena ada keinginan kuat dari kader PD dan Partai Golkar untuk menempati pos tersebut.
“Sampai saat ini, informasi yang kami tahu, Menneg BUMN tidak aman. Tidak tahu kalau ada perubahan radikal menjelang reshuffle,” ujar sumber tersebut.
Posisi Menneg BUMN disebut-sebut akan diduduki oleh Menkominfo Sofyan Djalil. Tapi ada juga yang menyebut posisi tersebut akan diberikan oleh Ketua FPD DPR Syarif Hasan. Mengenai kebenarannya, mari kita tunggu awal Mei mendatang.
Menlu, Menneg Ristek, Mentan Kena Reshuffle
Dag dig dug reshuffle kabinet bukan hanya di Tanah Air. Gejolak adrenalin para menteri juga dialami di Negeri Panda. Tapi kini teka-teki siapa yang kena kocok di Negeri Tirai Bambu itu sudah terjawab.
Cina mengumumkan pergantian 4 menteri dalam kabinetnya. Demikian dilaporkan Xinhua seperti dilansir AFP, Jumat (27/4).
Reshuffle terjadi pada posisi Menteri Luar Negeri yang sebelumnya dijabat oleh Li Zhaoxing, kini dijabat oleh Yang Jiechi. Jika di Indonesia, posisi ini juga sama disebut sebagai Menteri Luar Negeri.
Kemudian posisi Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sebelumnya dijabat Xu Guanhua, kini dijabat oleh Wan Gang yang merupakan presiden Universitas Tongji di Shanghai. Jika di Indonesia, jabatan baru yang dijabat Wan Gang disebut sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menneg Ristek).
Selanjutnya posisi Menteri Pertanahan dan Sumber Daya Alam yang sebelumnya dijabat Sun Wensheng, kini dijabat Xu Shaoshi. Lalu Menteri Sumber Daya Air yang sebelumnya dijabat Wang Shucheng, kini dijabat oleh Chen Lei. Dua posisi ini jika di Indonesia disebut sebagai Menteri Pertanian.
Jika para menteri di Cina sudah lega karena reshuffle kabinet telah diumumkan, namun tidak bagi Indonesia. Reshuffle kabinet dijanjikan bulan Mei 2007. Siapa saja yang kena, masih tanda tanya.
Isu Pencopotan Gus Ipul dan 3 Calon Menteri dari PKB
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah meminta Presiden SBY untuk mencopot Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dari Menteri Percepatan Pembagunan Daerah Tertinggal (PDT). Tampaknya Presiden mengamininya. Kini, PKB telah mengajukan tiga calon menteri untuk menggantikan Gus Ipul.
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar telah bertemu Presiden SBY beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan yang diakui Muhaimin membahas reshuffle itu, memang ada sinyal kuat Presiden SBY akan memberhentikan Gus Ipul. Bahkan, internal PKB telah membahas masalah ini dan mengajukan tiga calon menteri.
Ketiga calon menteri itu adalah Muhaimin Iskandar, Lukman Edy, dan Bahruddin Bashori. Ketiganya merupakan pejabat teras PKB. Muhaimin merupakan ketua umum, Lukman Edy menjabat Sekjen, dan Bahruddin sebagai wakil Bendahara.
Ketiganya akan maju sebagai calon menteri sesuai urutan. “Kalau Muhaimin mau maju, ya berarti Lukman dan Bahruddin tidak akan maju,” ujar sumber di DPP PKB saat berbincang-bincang dengan detikcom, Kamis 926/4).
Muhaimin sendiri dikabarkan sedang risau dan bingung. Di satu sisi, dia menginginkan menjabat menteri, namun di sisi lain, dia tidak ingin mundur dari jabatan ketua umum PKB. “Kalau dia jadi menteri, yang dia khawatirkan kasus tuntutan mundur Alwi Shihab yang terjadi beberapa tahun lalu juga akan terjadi pada dirinya,” ujar dia.
Sementara, bila tidak bersedia menjadi menteri, posisi Muhaimin sebagai wakil ketua DPR juga sedang tidak aman. Kasus di-recall-nya Zaenal Ma’arif oleh Partai Bintang Reformasi (PBR) diduga memang akan bisa memunculkan pengocokan ulang pimpinan anggota DPR. Ini artinya Muhaimin terancam digusur dari kursi wakil ketua DPR.
Muhaimin masih mempertimbangkan masalah ini masak-masak. Sebab, suasana di internal PKB sendiri mulai memanas. Yenny Gus Dur yang saat ini menjabat Wasekjen DPP PKB ditengarai sudah bersiap-siap untuk merebut jabatan ketua umum menggantikan Muhaimin Iskandar. Bila ini terjadi, kubu Muhaimin tentu cukup resah.
Sementara itu, meski pemberhentian Gus Ipul dari menteri tinggal menunggu waktu, namun lobi-lobi tetap diupayakan kepada Presiden SBY agar Gus Ipul diberi kesempatan untuk tetap jadi menteri. Gus Ipul yang kini sudah melompat ke PPP kabarnya diback-up oleh Suryadharma Ali. Back up ini sebagai kompensasi dari upaya Gus Ipul memuluskan Suryadharma Ali sebagai ketua umum PPP dalam muktamar beberapa waktu lalu.
Apakah Gus Ipul jadi digusur atau tidak, belum diketahui persis. Namun, kalangan PKB sudah yakin dengan pencopotan Gus Ipul. Sebab, PKB menilai selain bukan lagi sebagai kader PKB, Gus Ipul juga dinilai tidak memiliki prestasi, kinerjanya di bawah rata-rata. PKB tetap meminta jatah dua menteri. Satu kursi menteri saat ini diduduki oleh Erman Soeparno: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Yusril ‘Selamat’ dari Reshuffle
Reshuffle kabinet yang akan diumumkan Presiden SBY awal Mei mendatang merisaukan pikiran sejumlah menteri. Namun kegelisahan tidak menyelimuti Mensesneg Yusril Ihza Mahendra. Posisinya diduga aman.
“Saya tidak tahu apa yang terpikir di kepalanya. Tapi kalau dari komunikasi sepertinya dia aman,” ujar Ketua DPP PBB, Yusron Ihza Mahendra usai diskusi di Marios Place, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4).
Menurut Yusron, bila Yusril diganti seharusnya didasarkan pada pertimbangan profesionalitas. Bukan desas-desus mengenai dugaan keterlibatan Yusril dalam pencairan uang Tommy Soeharto di BNP Paribas London.
“Nggak bisa dong orang diganti kalau tidak ada bukti. Jadi harus dibuktikan dulu secara hukum,” cetus adik Yusril ini.
Meski begitu, Yusron meminta SBY tetap berkomitmen dengan janji-janjinya untuk merangkul partai-partai yang sejak awal mendukung pencalonan SBY-JK dalam Pilpres 2004 lalu.
“Kalau pakai logika, ya seandainya mengganti menteri dari PBB, penggantinya harus dari partai yang sama. Nggak etis kalau tidak. Tapi ya itu hak prerogatif presiden,” tandas Yusron.
Ditanya Reshuffle, Hamid Awaluddin: Capek Deh!
Isu reshuffle membuat para pembantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didera alergi. Salah satu yang alergi reshuffle adalah Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin. Disinggung soal reshuffle, Hamid hanya menjawab capek.
Menteri yang akhir-akhir banyak disorot publik ini memilih untuk tidak menanggapi pertanyaan wartawan seputar isu reshuffle. Khususnya kesiapan dirinya jika didepak dari kabinet Indonesia Bersatu.
“Saya capek…Saya capek,” tukas Hamid Awaluddin berkali-kali sambil meninggalkan wartawan yang mencegatnya usai menghadiri Dialog Nasional Undang-Undang Kewarganegaraan dan Rancangan UU Ras dan Etnis di Gedung Srijaya Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Sabtu (28/4).
Pertanyaan wartawan yang bertubi-tubi itu tidak dihiraukan. Dia terus ngeloyor memasuki lift meninggalkan wartawan yang masih belum puas atas jawaban “Capek” itu.
Jika dihitung, kata capek yang dilontarkan Hamid kepada wartawan ada lebih 10 kali.
Bahkan melihat wartawan yang terus memburu membuat para petugas keaman yang berpakaian biru-biru bekerja keras. Mereka mencegat wartawan agar tidak ikut memasuki lift yang didalamnya ada Hamid itu.
“Ayo semuanya keluar lift. Karena bapak capek,” kata para pengawal seolah menirukan kata favorit sang bos.
Rakyat Bisa Sinis Jika Reshuffle Cuma Kocok Ulang
Reshuffle jilid II akan diumumkan awal Mei. Sejumlah menteri pun telah santer disebut-sebut bakal diganti. Agar masyarakat tak mencibir reshuffle ini, Presiden SBY diingatkan tidak sekadar memenuhi kepentingan politik partai tertentu.
“Masyarakat bisa sinis kalau ternyata reshuffle hanya pergeseran untuk kocok ulang atau menteri baru yang masuk hanya untuk menambah jumlah orang dari partai tertentu,” kata pengamat komunikasi politik Effendi Ghazali pada detikcom, Kamis (26/4).
Langkah terbaik, menteri yang baru itu walaupun nanti ujungnya dari orang partai juga, namun hendaknya berasal dari mereka yang profesional.
“Kan banyak orang partai yang dari profesional. Nantinya mereka harus membuat target 6 bulan masa kerja, lalu menjelaskan kepada publik. Begitu juga kalau targetnya tidak terpenuhi,” jelas Effendi.
Dalam komunikasi politik cara itu mampu memunculkan citra yang baik di mata rakyat. “Itu cara yang efektif dan efisien,” tandas Effendi. (detikcom/g)




Komentar