Gubsu Optimis 62 Persen Pembiayaan Pempropsu 2007 Ditopang Secara Mandiri
Medan (SIB)
Gubsu Drs Rudolf M Pardede optimis Pempropsu mampu membiayai keuangan propinsi ini dari hasil pendapatan secara mandiri sekitar 62 persen dari total target penerimaan tahun 2007 ini. Dari hasil rekapitulasi sasaran penerimaan tersebut tergambar, dari proyeksi jumlah pendapatan sebesar Rp 2,462 triliun, sekitar Rp 1,520 triliun di antaranya diperoleh dari pendapatan asli daerah (PAD) Sumut.
Kepada wartawan di Medan, kemarin, Gubsu didampingi Kepala Badan Infokom Provsu Drs H Eddy Syofian MAP mengemukakan, untuk mencapai sasaran tersebut pihaknya telah menyusun sejumlah program konkrit yang intinya meningkatkan pelayanan publik, perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) aparatur, intensifikasi sumber pendapatan dan revisi beberapa kebijakan.
Secara terpisah Kepala Dinas Pendapatan Provsu H Sjafaruddin SH menjelaskan di luar dari PAD maka proyeksi pendapatan Pemprovsu 2007 tersebut diperoleh dari Dana Perimbangan sebesar Rp 921,81 miliar (37 persen) yang terdiri dari Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak Rp 264,453 miliar dan Dana Alokasi Umum Rp 657,357 miliar, serta dari lain-lain pendapatan daerah yang sah yang mencakup Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Rp 20 miliar.
Sumber penerimaan prioritas bagi pendapatan daerah ini, jelas Kadis, masih terpusat pada pajak daerah yang memberikan kontribusi terhadap APBD sebesar Rp 1,419 triliun (57 persen), di mana pajak daerah ini terkonsentrasi pada PKB/ BBN-KB sebesar Rp 1,038 triliun (73,14 persen), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) Rp 360 miliar (25,36 persen), Pajak Air Bawah Tanah dan Air Permukaan Umum (ABT/APU) Rp 21,2 miliar (1,5 persen), selebihnya dari Pajak Kendaraan di Atas Air Rp 45 juta dan Bea Balik Nama Kendaraan di Atas Air Rp 5 juta.
“Secara kumulatif rencana penerimaan Pajak Daerah ini meningkat sekitar Rp 135,5 miliar atau 10,56 persen dibandingkan dengan target pada tahun 2006,†jelas Kadis Pendapatan seraya mengemukakan peningkatan target juga terjadi pada sektor Retribusi Daerah sebesar 2,64 persen, sehingga Retribusi Daerah tahun ini diporoyeksikan Rp 10,706 miliar.
Pada proyeksi target Laba BUMD tahun ini, Bank Sumut diprediksi memberikan kontribusi terbesar yakni Rp 42,5 miliar atau sekitar 80,6 persen dari total Bagian Laba BUMD 2007 sekitar Rp 52,676 miliar, sisanya diproyeksi dari PDAM Tirtanadi Medan Rp 4,1 miliar, PD Perkebunan Rp 5,231 miliar, PD Perhotelan Rp 525 juta, PD Aneka Industri dan Jasa Rp 100 juta dan PT Kawasan Industri Rp 220 juta. Dibanding tahun lalu, target Bagian Laba BUMD tahun ini mengalami peningkatan sekitar Rp 4.600.585.400.
H Sjafaruddin SH menjelaskan, dengan menerapkan instrumen baru yakni Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan sesuai kebutuhan akan pembiayaan daerah yang semakin meningkat serta pertambahan potensi dan upaya intensifikasi maupun ekstensifikasi maka target PAD tahun ini meningkat 11,12 persen dibanding target APBD tahun lalu.
Sementara itu, lain-lain PAD yang sah diproyeksikan sekitar Rp 37,741 miliar yang direncanakan dari penjualan rumah jabatan atau rumah dinas sekitar Rp 241.529.441, jasa giro Rp 15 miliar, deposito Rp 2 miliar, sumbangan pihak ketiga Rp 3,4 miliar, Iuran Jasa Air (PT Inalum) Rp 14,014 miliar, Jasa Raharja Rp 1,023 miliar, penerimaan lain-lain yakni dari Biro Keuangan Rp 210.000.000, Dinas Kesehatan Rp 328.225.000, RSJ Rp 1,5 miliar dan Dinas Perhubungan Rp 20.000.000.
Sedangkan penerimaan dari Pos Bagi Hasil Bukan Pajak adalah sekitar Rp 1,69 miliar, yang diperoleh dari provisi sumber daya hutan Rp 820 juta, penerimaan dari iuran eksplorasi Rp 220 juta, penerimaan dari minyak bumi Rp 400 juta serta penerimaan dari gas alam Rp 250 juta.
Kadis juga menjelaskan tentang realisasi penerimaan PAD tahun 2006 yang sekitar Rp 1.512.428.838.250,42 triliun adalah melebihi dari target yang diproyeksikan pada PAPBD 2006 atau realisasi sekitar 104,44 persen yang diperoleh dari Pajak Daerah Rp 1.366.445.063.185,36, Retribusi Daerah Rp 11.714.727.648,01, Bagian Laba BUMD Rp 90.291.200.376 dan Lain-lain PAD yang Sah Rp 43.977.847.041,05. (A12/r)




Komentar